Whatsapp: 08123456789
Ketika menggunakan cleaning service rumah, pekerjaan yang dilakukan biasanya tidak hanya menyapu dan mengepel lantai. Layanan pembersihan rumah dapat mencakup berbagai area seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, permukaan furnitur, lantai, serta area yang sering disentuh.

Namun, cakupan setiap jasa kebersihan rumah dapat berbeda. Pembersihan rutin biasanya berfokus pada menjaga kebersihan sehari-hari, sedangkan pekerjaan yang lebih berat seperti noda membandel, area yang lama tidak dibersihkan, atau bagian rumah yang sulit dijangkau dapat membutuhkan deep cleaning atau layanan khusus.
Apa saja yang biasanya dibersihkan?
Secara umum, jasa pembersihan rumah mencakup area dan permukaan yang digunakan sehari-hari. Fokusnya adalah menghilangkan debu, kotoran, noda ringan, dan menjaga kondisi rumah tetap bersih.
Beberapa area utama yang biasanya menjadi bagian dari pekerjaan cleaning service adalah lantai, permukaan furnitur, ruang keluarga, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Area dengan frekuensi sentuhan tinggi seperti gagang pintu, sakelar, meja, dan permukaan lain juga perlu mendapatkan perhatian secara rutin. CDC merekomendasikan agar permukaan yang sering disentuh dibersihkan secara teratur, sementara permukaan lain dibersihkan ketika terlihat kotor.
Karena itu, sebelum memesan cleaning service rumah, penting untuk mengetahui bagian mana saja yang termasuk dalam layanan. Dengan begitu, pemilik rumah dapat menyesuaikan jenis cleaning dengan kondisi dan kebutuhan properti.
1. Ruang tamu dan ruang keluarga
Ruang tamu biasanya menjadi salah satu area utama yang dibersihkan karena sering digunakan oleh penghuni maupun tamu.
Pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi:
- menyapu atau membersihkan lantai;
- mengepel lantai;
- membersihkan debu pada permukaan meja;
- membersihkan furnitur;
- membersihkan area sudut;
- menghilangkan debu yang terlihat;
- merapikan area yang perlu dibersihkan.
Untuk furnitur berbahan kain seperti sofa, pembersihan permukaan biasa tidak selalu sama dengan cuci sofa. Sofa membutuhkan metode dan perlakuan tersendiri sesuai jenis materialnya.
2. Kamar tidur
Kamar tidur juga membutuhkan perhatian karena digunakan dalam waktu yang relatif lama setiap hari.
Pembersihan rutin dapat mencakup lantai, permukaan meja, bagian luar furnitur, area sekitar tempat tidur, dan permukaan lain yang mudah berdebu.
Tempat tidur sendiri perlu dibedakan dari area kamar lainnya. Membersihkan lantai kamar tidak berarti kasur sudah bersih. Jika kasur membutuhkan pembersihan khusus, layanan cuci kasur dapat menjadi pilihan yang berbeda dari cleaning service rumah biasa.
Hal yang sama berlaku untuk tirai, sofa, karpet, atau furnitur tertentu. Masing-masing material dapat membutuhkan metode pembersihan yang berbeda.
3. Dapur
Dapur memiliki karakteristik berbeda dibandingkan ruang keluarga atau kamar tidur.
Selain debu, dapur dapat memiliki sisa makanan, minyak, noda, dan kotoran yang menempel pada permukaan. Karena itu, area dapur membutuhkan perhatian pada permukaan yang sering digunakan.
Cleaning service dapat mencakup pembersihan:
- lantai;
- meja atau countertop;
- permukaan luar kabinet;
- area sekitar wastafel;
- permukaan peralatan yang termasuk dalam cakupan layanan;
- dan bagian lain yang dapat dibersihkan dengan aman.
Untuk kerak minyak atau kotoran yang sudah lama menumpuk, pekerjaan mungkin membutuhkan waktu dan metode yang berbeda dari pembersihan rutin.
4. Kamar mandi
Kamar mandi merupakan salah satu area yang perlu dibersihkan secara rutin karena sering terkena air dan digunakan setiap hari.
Pekerjaan dapat mencakup:
- membersihkan lantai;
- membersihkan toilet;
- membersihkan wastafel;
- membersihkan area shower;
- membersihkan permukaan keramik;
- membersihkan kaca atau cermin;
- menghilangkan kotoran yang terlihat.
Namun, penting membedakan antara membersihkan dan menghilangkan kerak berat. Kotoran atau kerak yang sudah lama menempel mungkin membutuhkan metode dan waktu pengerjaan yang lebih banyak.
5. Lantai
Lantai merupakan salah satu bagian rumah yang paling sering menerima kotoran dari aktivitas sehari-hari.
Pembersihan rutin biasanya meliputi penghilangan debu dan kotoran kemudian dilanjutkan dengan pengepelan menggunakan metode yang sesuai dengan jenis lantai.
Jenis lantai perlu diperhatikan karena tidak semua permukaan dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Produk dan metode pembersihan sebaiknya disesuaikan dengan material permukaan. EPA, melalui program Safer Choice, juga menekankan pentingnya memilih produk pembersih berdasarkan bahan dan karakteristik penggunaannya.
Untuk lantai yang membutuhkan perawatan khusus, seperti pemolesan atau restorasi permukaan, layanan tersebut sebaiknya dipisahkan dari cleaning service rutin.
6. Permukaan yang sering disentuh
Ada bagian rumah yang ukurannya kecil tetapi sering disentuh berkali-kali dalam sehari.
Contohnya:
- gagang pintu;
- sakelar lampu;
- pegangan;
- meja;
- keran;
- remote;
- dan permukaan lain yang sering digunakan.
CDC secara khusus menyarankan pembersihan rutin pada permukaan yang sering disentuh. Namun, membersihkan tidak selalu berarti mendisinfeksi. Dalam kondisi normal, pembersihan rutin sering kali sudah cukup; disinfeksi lebih relevan dalam situasi tertentu, misalnya ketika seseorang sedang sakit.
Perbedaan ini penting karena penggunaan bahan disinfektan secara berlebihan tidak otomatis membuat rumah menjadi lebih bersih.
Apakah semua bagian rumah termasuk cleaning service?
Tidak selalu.
Ini merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih jasa cleaning rumah.
Setiap penyedia dapat mempunyai cakupan pekerjaan yang berbeda. Pembersihan rutin biasanya berfokus pada area umum dan pekerjaan pemeliharaan kebersihan. Sementara itu, beberapa pekerjaan membutuhkan layanan khusus.
Contohnya:
Cleaning service rutin
- menyapu;
- mengepel;
- membersihkan debu;
- membersihkan kamar mandi;
- membersihkan dapur;
- membersihkan permukaan furnitur.
Layanan khusus
- cuci sofa;
- cuci kasur;
- cuci karpet;
- pembersihan kaca tertentu;
- deep cleaning;
- jet cleaning;
- pembersihan setelah renovasi.
Dengan membedakan kedua kelompok tersebut, pemilik rumah dapat memilih layanan berdasarkan kebutuhan sebenarnya.
Kapan cleaning service biasa tidak lagi cukup?
Cleaning service rutin paling efektif untuk mempertahankan kebersihan.
Jika rumah sudah lama tidak dibersihkan, baru selesai direnovasi, memiliki banyak kotoran yang menumpuk, atau membutuhkan pembersihan pada bagian yang sulit dijangkau, pekerjaan yang dibutuhkan bisa lebih besar.
Dalam kondisi seperti ini, deep cleaning rumah dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Deep cleaning bukan sekadar cleaning service biasa dengan waktu pengerjaan lebih lama. Cakupan pekerjaan perlu ditentukan berdasarkan kondisi properti dan bagian-bagian yang membutuhkan perhatian lebih.
Seberapa sering rumah perlu dibersihkan?
Tidak ada satu jadwal yang cocok untuk semua rumah.
Frekuensi pembersihan dapat dipengaruhi oleh:
- jumlah penghuni;
- aktivitas di dalam rumah;
- ukuran rumah;
- jumlah furnitur;
- kondisi lingkungan;
- keberadaan hewan peliharaan;
- seberapa sering rumah digunakan;
- dan standar kebersihan yang diinginkan penghuni.
Untuk permukaan yang sering disentuh, CDC menyarankan pembersihan secara rutin. Sementara permukaan lain dapat dibersihkan ketika terlihat kotor.
Artinya, rumah tidak harus menunggu sampai seluruh bagian terlihat kotor sebelum dibersihkan. Pembersihan berkala membantu mencegah kotoran menumpuk dan membuat pekerjaan berikutnya menjadi lebih ringan.
Bagaimana memilih jasa kebersihan rumah?
Sebelum memesan cleaning service panggilan atau jasa bersih rumah, tanyakan terlebih dahulu apa saja yang termasuk dalam layanan.
Beberapa hal yang sebaiknya dipastikan:
- Area apa saja yang dibersihkan?
- Berapa lama estimasi pengerjaannya?
- Berapa jumlah cleaner yang datang?
- Apakah alat dan bahan pembersih disediakan?
- Apakah kamar mandi dan dapur termasuk?
- Apakah ada pekerjaan yang dihitung sebagai layanan tambahan?
- Apakah tersedia deep cleaning jika kondisi rumah membutuhkan pembersihan lebih menyeluruh?
Informasi ini membantu menghindari perbedaan ekspektasi antara pemilik rumah dan penyedia jasa.
Kesimpulan
Cleaning service rumah bukan hanya pekerjaan menyapu dan mengepel. Pembersihan rutin dapat mencakup berbagai area seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, lantai, furnitur, dan permukaan yang sering disentuh.
Namun, tidak semua jenis pekerjaan termasuk dalam cleaning service rutin. Sofa, kasur, karpet, kaca tertentu, kerak berat, atau kondisi rumah yang sudah lama tidak dibersihkan dapat membutuhkan layanan khusus.
Karena itu, sebelum memesan jasa kebersihan rumah, sebaiknya tentukan terlebih dahulu kondisi properti dan bagian mana yang paling membutuhkan perhatian. Dengan memilih jenis layanan yang sesuai, pembersihan dapat dilakukan lebih efektif tanpa membayar pekerjaan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Jika rumah Anda membutuhkan pembersihan rutin maupun pembersihan yang lebih menyeluruh, KleenBali menyediakan layanan cleaning service rumah di Bali sesuai kebutuhan properti.
Butuh bantuan membersihkan rumah? Hubungi KleenBali untuk mendiskusikan kebutuhan cleaning Anda.
-
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Cleaning and Disinfecting
Panduan mengenai pembersihan, disinfeksi, dan permukaan yang sering disentuh. -
CDC — Cleaning and Disinfecting Your Home
Panduan pembersihan rumah sehari-hari dan kondisi ketika disinfeksi diperlukan. -
U.S. Environmental Protection Agency (EPA) — Safer Choice
Informasi mengenai pemilihan produk pembersih dengan mempertimbangkan performa, kesehatan, dan lingkungan. -
U.S. EPA — Safer Choice Standard and Criteria
Standar dan kriteria bahan yang digunakan dalam produk pembersih. -
World Health Organization (WHO) — Environmental Cleaning and Infection Prevention
Panduan WHO mengenai prinsip environmental cleaning dan praktik pembersihan permukaan. -
Kementerian Kesehatan RI — Rumah Sehat, Lingkungan Bersih
Informasi mengenai hubungan kondisi rumah dan lingkungan dengan kesehatan penghuni.
